Selasa, 03 November 2015 - 09:25:18 WIB
Faktor Sikap Dan Faktor Kontekstual Yang Membentuk Niat Mahasiswa Menjadi Entrepreneur
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Entrepreuner - Dibaca: 1584 kali

Pengukuran Faktor Sikap Dan Faktor Kontekstual Yang Membentuk Niat Mahasiswa Menjadi Entrepreneur

Berdasarkan UUD 1945 secara eksplisit menekankan implementasi azas kekeluargaan (pasal 33 ayat 1) dan penyelenggaraan perekonomian nasional yang berdasar atas demokrasi ekonomi (pasal 33 ayat 4) dalam hal ini pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam hal ini pemberdayaan entrepreneur, berkaitan langsung dengan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan bagi pembangunan daerah sekitar dengan menggali potensi stategis yang dimiliki oleh UMKM (Machmud dan Sidharta, 2013). Pendekatan pembangunan yang ditujukan pada pelaku ekonomi, khususnya pada UMKM, menjadi suatu keniscayaan agar berkembang menjadi suatu struktur pelaku ekonomi nasional yang kokoh dan mandiri. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat akibat kemajuan teknologi mendorong paradigm baru dalam bidang kewirausahaan, dimana proses entrepreneurship hanya didapat dari pengalaman langsung dilapangan dan merupakan bakat seseorang yang dipeoleh sejak lahir menjadi sesuatu disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajakan (Suryana,2009).  Proses pembelajaran displin ilmu entrepreneurship dilakukan oleh perguruan tinggi untuk menciptakan generasi muda yang mempunyai bekal pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada tahun 2014 sebanyak 7,2 juta orang dimana lulusan diploma dan universitas adalah 688.660 orang atau sebesar 9.5% dari total pengangguran terbuka sedangkan pada tahun 2013 jumlah pengangguran terbuka lulusan diploma dan universitas adalah 619.288 orang atau sebesar 8.4% dari total pengangguran terbuka (BPS, 2014).  Hal ini merupakan hal yang perlu dicermati dan dikaji lebih jauh agar program pemerintah dalam peningkatan sektor UMKM dapat tercapai (Machmud dan Sidharta, 2014). Perlu adanya suatu langkah konkrit dalam menciptakan entrepreneur. Perguruan tinggi merupakan sarana akademik yang dapat melakukan peran tersebut. Peningkatkan sumber daya manusia yang unggul perlu peran perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusannya yang berkualitas sehingga menghasilkan entrepreneur yang handal. Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional sehubungan dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) pada akhir tahun 2015.

Source

 




<