Sabtu, 30 Agustus 2014 - 14:31:58 WIB
Pemasaran Online dan Offline
Diposting oleh :
Kategori: Manajemen&Bisnis - Dibaca: 2187 kali

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi serta meningkatnya kesadaran konsumen mengenai pengetahuan akan produk tertentu menyebabkan pergeseran orientasi perusahaan tertentu yang menekankan pada aspek jasa layanan. Hal ini menyebabkan munculnya cara-cara baru dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Istilah online muncul pada saat booming e-commere, yang tersus berlanjut pada level pemasaran online, sehingga memunculkan istilah baru dalam kajian manajemen pemasaran yaitu pemasaran online dan offine.

Amazon dan aliexpress serta sistem pembayaran yang dapat dilakukan dengan paypal mendorong sistem pemasaran baru.  Di indonesia pangsa pasar online semakin meningkat dengan bermunculannya tempat jual beli online, seperti lazada, olx, bhineka, kliknklik, fjb kaskus, tokopedia, dll.  

Masalah keamanan dalam transaksi yang dilakukan secara online juga menjadi tantangan yang serius akibat maraknya scam (penipuan berkedok penjualan online) kasus Liberty Reserve adalah salah satu contohnya. Konsumen perlu dituntut untuk memiliki pengetahuan mengenai kelebihan dan kekurangan dan transakasi online ini.

Dengan demikian pemasaran, baik yang dilakukan secara online maupun offline membutuhkan pengetahuan lebih mengenai kelemahan dan kelebihannya. Secara umum langkah awal dalam proses manajemen pemasaran adalah menganalisis pasar dan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dengan mempertimbangkan kedua hasil tersebut barulah ditetapkan strategi pemasaran apa yang akan dilakukan (offline, online, atau mix dari keduanya). Dan melakukan evaluasi terhadap pemilihan strategi yang telah ditetapkan. Sustainablelity secara jangka panjang merupakan fokus yang tidak boleh lepas dari pengamatan seorang pemasar.   




<